PI024 – Jenis Paragraf

“Tulislah pengertian dari Paragraf Narasi, Argumentasi, Eksposisi, Deskripsi dan Persuasi. Kemudian buatlah contohnya masing-masing.”

#

Berikut adalah pengertian dari masing-masing jenis paragraf :

Narasi Salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah dan akhir
Argu – mentasi Salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca. Dalam penulisan Argumentasi, isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan objektif dimana disertakan contoh, analogi dan sebab akibat
Eksposisi Salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat dan padat.
Deskripsi Gaya penulisan yang melukiskan, menggambarkan atau menguraikan suatu hal, kejadian atau objek secara terperinci. Dalam kegiatan menulis, mendeskripsikan berarti melukiskan atau menguraikan suatu hal atau objek sehingga pembaca atau pendengar seolah ikut langsung mengalaminya.
Persuasi Suatu paragraf yang isinya berupa ajakan atau bujukan bagi pembaca supaya mengikuti, memercayai dan melakukan apa yang disampaikan oleh penulis

 

Setelah mengetahui pengertiannya, mari kita buat contoh dari masing-masing jenis paragraf. Agar lebih mudah memahami perbedaan antara satu paragraf dengan paragraf lainnya, aku membuat contoh paragraf dengan tema yang sama yaitu Pendidikan.

NARASI

Paragraf narasi atau paragraf naratif adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada para pembaca suatu peristiwa dalam urutan dan kurun waktu tertentu (Gorys Keraf, Argumentasi dan Narasi, 189: 136). Atau lebih singkatnya lagi Paragraf narasi merupakan jenis karangan yang mengisahkan sebuah kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu. Karangan ini bisa berbentuk paragraf atau cerita nyata yang benar-benar terjadi atau hanya karangan fiktif seperti novel, roman dan cerpen.

Untuk membedakan karangan naratif dengan bentuk karangan lainnya kita bisa mengamatinya dengan memperhatikan ciri-ciri berikut:

  1. Titik sentral karangan naratif adalah kisah
  2. Melukiskan perbuatan dan tindakan yang terjadi dalam suatu rangkaian waktu
  3. Memiliki tokoh yang diceritakan
  4. Memiliki alur atau plot dalam penyampaian

Paragraf Narasi terbagi menjadi dua yaitu, Ekspositoris dan Sugestif.

1. Narasi Ekspositoris

Narasi Ekspositoris adalah paragraf narasi yang menggambarkan rangkaian perbuatan secara informatif dengan tujuan memberi pengetahuan. Paragraf jenis ini menceritakan peristiwa yang benar-benar terjadi alias cerita nonfiksi seperti dalam bentuk biografi dan autobiografi. Setiap tahapan  dalam narasi ekspositoris disampaikan dengan bahasa yang informatif dengan titik berat pada penggunaan kata yang memiliki makna denotatif dan mementingkan rasio atau logika.

Contoh :

Madrasah Tsanawiyah Sukamanah

Tahun 2000 menjadi awal dari segalanya. Awal saat aku keluar dari rumah untuk menuntut ilmu. Setelah lulus SD,  aku bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Sukamanah (setingkat SMP) sambil mondok di pesantren. Ketika pertama kali masuk asrama dan bertemu berbagai macam jenis orang, aku kaget sekaligus senang. Kaget karena mereka datang dari daerah-daerah di Indonesia dengan budaya dan bahasa yang berbeda. Aku juga senang karena bisa menemukan teman-teman yang baru. Hal yang aku ingat dari sekolahku itu adalah kelasnya yang kudiami selalu berakhiran angka satu. Tahun pertama aku berada di kelas 1.1, tahun kedua di kelas 2.1 dan terakhir di kelas 3.1. Aku menganggap angka 1 itu sebagai pertanda bahwa aku bisa menjadi nomor satu, suatu saat nanti. Tahun demi tahun telah berganti. Akhirnya pada tahun 2003 aku dinyatakan lulus dari sekolah. Aku berharap di suatu hari nanti aku bisa kembali ke sana. Sekedar untuk bernostalgia dan bersilaturahim dengan para guru.

#

2. Narasi Sugestif

Narasi Sugestif adalah paragraf narasi yang menggambarkan rangkaian perbuatan sedemikian rupa dengan tujuan merangsang daya khayal/imajinasi pembaca, seperti dalam bentuk cerpen dan novel. Jenis paragraf ini biasanya banyak menggunakan bahasa kiasan dengan menggunakan kata kata yang konotatif.

Contoh :

Terlambat

Romy tidak bisa menenangkan dirinya. Jantungnya berdegup kencang. Ia bangun kesiangan. Setelah shalat Subuh tadi ia malah tidur lagi. Setelah mandi ia buru-buru berpakaian. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih lima menit. Sementara ia memakai sepatunya, mulutnya masih mengunyah roti yang diberikan oleh Bunda. Selesai bersepatu, ia merapikan baju seragam putihnya lalu dimasukkan ke dalam celana pendek berwarna merah. Bunda membawa sisir dan menata rambut Romy yang ikal. Tapi rambutnya memang bandel, susah untuk diatur. Beberapa kali Romy berusaha menepis tangan Bunda agar menghentikan kegiatannya. Romy lebih suka rambutnya seperti apa adanya. Katanya, ia ingin punya rambut seperti Bruno Mars. Biar bisa nyanyi bagus. Bunda tersenyum mendengarnya. Tidak ada hubungannya sama sekali antara rambut ikal dan suara bagus. Ia pun mengelus kepala anaknya. Romy mencium tangan Bunda lalu bergegas ke halaman rumah untuk mengambil sepeda. Ia harus cepat sebelum upacara hari Senin dimulai. Jarak tempuh dari rumah ke sekolahnya adalah 15 menit. Ia masih punya waktu. Ia tidak boleh terlambat. Jika datang ke sekolah lebih dari jam setengah delapan pagi maka ia bisa dihukum lari keliling lapangan. Apalagi hari ini adalah upacara Bendera rutin setiap Senin. Akhirnya, setelah mengayuh sepeda secepat kilat, Romy tiba di sekolah. Dari parikiran sepeda ia masih harus berlari masuk ke dalam area sekolah. Ia bertemu dengan teman-temannya yang juga terlambat. Nafasnya masih tersengal-sengal saat ia berusaha lari masuk ke dalam gerbang sekolah yang sudah hampir ditutup oleh Satpam.

Halaman Berikutnya >>

Advertisements