PI016 – Menulis Yuk!

“Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang menulis!”

Pada project kali ini, aku harus menuliskan alasan kenapa aku ingin menulis. Menulis bukan saja tentang keinginan tetapi juga passion-ku sejak dulu. Jadi, di project ini aku harus menuliskan apa saja yang aku tahu tentang menulis.

###

Aku ingin menulis karena aku suka menulis. Dengan menulis aku bisa menumpahkan segala rasa yang ada di dalam dada. Rasa gembira, suka, kesal, marah dan kecewa. Semuanya. Aku merasa punya sesuatu. Sesuatu yang bisa aku bagi, baik untuk diriku atau orang lain.

Aku menganggap diriku adalah penulis. Penulis adalah orang yang menulis. Aku adalah orang yang suka menulis. Jika dalam artian umum, seorang atau bahkan semua orang di dunia ini adalah penulis. Sejak belajar menulis di TK/PAUD kemudian masuk SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, semuanya pasti sering menulis. Bahkan orang yang tidak sekolah pun banyak yang belajar menulis sendiri kemudian mereka menulis apa yang mereka butuhkan. Seperti tukang kredit dan para pedagang tak lepas dari menulis. Baik itu menulis daftar belanjaannya atau daftar orang yang mengutang padanya.

Jika dalam artian khusus aku memanglah penulis tapi berbeda tingkatan. Aku ini masih penulis awal. Aku ini adalah amatir. Belum bahkan masih jauh dari kelas para penulis profesional. Karena aku masih belajar dan masih sangat butuh banyak pelajaran serta latihan agar kelak aku bisa menjadi penulis yang hebat dan luar biasa.

Menurutku menulis itu penting karena dengannya kita bisa menyampaikan ide-ide, pemikiran atau menuangkan perasaan hati yang selalu berubah-ubah setiap waktu. Menulislah karena saat kamu menulis satu kata maka satu kata itu akan berlanjut kepada kata lainnya sampai menjadi kalimat. Dari satu kalimat akan merangsang ide lain untuk menambahkannya menjadi kalimat lain kemudian menjadi sebuah paragraf dan seterusnya

Menulis mempunyai banyak manfaat. Diantaranya kita bisa melepaskan semua unek-unek tanpa harus takut ada penghalang seperti saat kita berbicara. Dengan menulis cakupan informasi yang diberikan akan jauh lebih luas daripada hanya dengan berbicara. Dengan menulis aku bisa mengobati hati yang terluka, menasihati diri sekaligus introspeksi diri. Menulis telah membuat aku sendiri terkejut. Ketika aku membaca tulisanku sendiri, aku sampai bertanya, “Apa benar ini tulisanku?” Kadang-kadang aku tidak percaya bahwa aku telah menyelesaikan sebuah tulisan tertentu.

writing

Menulis adalah tentang bicara jujur terhadap diri sendiri yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Menulis adalah ramuan kata-kata yang berada di dalam wadah otak. Adonannya berupa ilmu, pengalaman dan harapan. Saat kamu menulis maka kamu akan masuk ke dalam duniamu sendiri. Entah itu dunia fiksi atau non-fiksi.

Ada perbedaan antara menulis fiksi dan non fiksi. Ketika kamu menulis cerita fiksi atau khayalan maka kamu bebas menuliskan apa pun yang kamu mau. Kamu tidak punya batasan selain imajinasimu sendiri. Hal-hal yang tidak mungkin ada di dunia nyata dapat kamu wujudkan dalam dunia fiksi. Kamu akan merasa seperti Tuhan yang dapat melakukan apa saja.

Lain halnya dengan menulis cerita non-fiksi alias cerita asli yang berdasarkan fakta dan kejadian. Kamu harus berusaha keras mengumpulkan semua data penunjang dan pendukung ceritamu secara detil, lengkap, utuh dan dapat dipertanggungjawabkan. Terkadang kamu akan menemui atau bahkan menyadari bahwa kamu hanyalah seorang manusia yang tidak bisa lepas dari takdir yang telah ditulis oleh Tuhan. Kamu akan tahu bahwa Tuhan-lah yang Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu.

Terlepas dari menulis cerita fiksi atau non-fiksi, kamu harus tahu satu hal. Apakah tulisan yang akan kamu buat itu nantinya akan bermanfaat untuk orang lain atau tidak? Jika ya maka teruskanlah. Namun jika kebalikannya maka berhentilah karena sebuah tulisan yang tidak bermanfaat itu tidak layak untuk diedarkan di masyarakat.

Aku masih belajar tentang berbagai macam ilmu kepenulisan. Dengan segala kemampuan yang aku miliki, aku berharap aku bisa menjadi seorang penulis profesional yang tulisannya dapat dibaca oleh milyaran orang. Buku yang aku tulis tersebut memiliki manfaat yang luar biasa yang dapat mengubah kehidupan seseorang. Memang terlihat seolah-olah mimpi yang besar dan muluk-muluk. Tapi jika kamu bermimpi maka bermimpilah yang besar. Semua orang sukses yang terkenal itu bermula dari mewujudkan mimpi-mimpi mereka sehebat mungkin. Mereka berusaha keras untuk menggapainya. Begitu juga denganku. Untuk mencapai cita-cita, aku harus terus berusaha.

Salah satu cara agar aku tetap menjaga mimpi itu adalah dengan terus-menerus menulis setiap hari. Aku harus latihan. Hal ini diperlukan agar aku mampu mengasah keterampilanku dalam menulis. Sedikit demi sedikit namun tetap ada kemajuan. Itu yang terpenting. Aku tahu rintangan akan datang menyapaku bahkan pada kondisi yang sama sekali tidak aku duga. Tapi di sisi lain, aku yakin bahwa selama aku bergerak maju walau pun lamban, perubahan yang aku impikan akan benar-benar jadi kenyataan.

Tips sederhana untuk bisa jadi penulis handal adalah tetap menulis. Jika kamu punya mimpi yang sama sepertiku, yuk! mari kita sama-sama mewujudkannya. Jangan putus asa dan merasa tidak bisa. Kamu pasti bisa.

###

Quote

“Menulis adalah salah satu cara memangkas bagian permukaan segala sesuatu untuk menjelajahi atau memahami banyak hal.” (Robert Duncan). 

Robert Duncan adalah seorang penyair Amerika. Menulis himne, soneta, dan bentuk-bentuk bait lainnya. Beberapa karyanya mengabungkan prosa dan syair. The Opening of the Field, Roots and Braches, Bending the Bow. Karyanya yang lain : The Venice Room, Groundwork Before the War, Heavenly City Earthly City, The Truth and Life of Myth. Penghargaan yang diperolehnya : Harriet Monroe Memorial Prize (1961), Guggenhim Fellowship (1961), Levinson Prize (1964) dan National Book Award (1985)

Advertisements