PI015 – 6 Penulis Inspiratif

“Tulislah artikel dengan metode Listicle.”

Project menulis kali ini adalah menulis listicle. Listicle adalah artikel yang berisi daftar atau poin-poin tertentu sesuai dengan topik yang ditulis. Sebagai penulis pemula, listicle merupakan jawaban yang tepat untuk melatih kemampuan menulis kita. Tidak susah dibuat, sederhana, dan cenderung bisa memberi manfaat nyata bagi pembaca setia blog. Selain itu, hampir sebagian besar artikel populer di internet berupa listicle, jadi kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak pembaca dan lebih banyak share akan menjadi besar jika berani menulis dan mempublikasikan listicle. (Sumber : Shiq4)

Yups, mengenai Listicle ini, aku sudah membuat beberapa posting di Ishfah Seven – Seven Views. Namun, aku baru mengetahui istilahnya itu sekarang. 😀

Mari kita mulai latihannya.

###

6 Penulis Insiratif

Sebagai seorang yang sedang belajar menulis, aku memerlukan sosok atau tokoh penulis yang dapat menginspirasiku untuk terus menulis. Berawal dari kesukaanku membaca buku, sedikit demi sedikit aku mengetahui nama para penulis terkenal dan inspiratif yang ada di Indonesia. Karya mereka adalah sesuatu yang hebat dan briian. Selera setiap orang bisa saja berbeda terhadap isi dan karangan sebuah buku cerita seperti novel. Namun, bagiku para penulis ini bukan hanya sukses di dunia kepengarangan tetapi mereka juga mampu membuatku tergugah dan sedikt banyak sudah membuatku termotivasi untuk bisa menjadi seperti mereka. Walau bersifat subjektif, aku yakin Anda juga setuju denganku tentang mereka.

Berikut ini adalah enam orang penulis inspiratif versi Project Ishfah.

ANDREA HIRATA

Andrea Hirata terlahir dengan nama Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun (lahir di Gantung, Belitung Timur, Bangka Belitung, 24 Oktober 1982) adalah novelis yang telah merevolusi sastra Indonesia. Ia berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi yang menghasilkan tiga sekuel.

Andrea Hirata mulai dikenal dari novelnya yang berjudul Laskar Pelangi yang bercerita tentang sebuah sekolah kecil yang kumuh dan hampir rubuh. Walaupun demikian, murid-murid di sekolah itu tetap rajin belajar. Selain tekad baja mereka yang kokoh guna mengenyam pendidikan, peran serta dari Bu Muslimah sebagai guru juga merupakan penggerak dan teladan di sekolah itu.

Pada Awalnya, Andrea Hirata tidak menyangka bahwa bukunya tersebut bisa sangat terkenal dan membawa begitu banyak perubahan. Tidak hanya bagi dirinya sendiri sebagai penulis tetapi bagi masyarakat Belitung pada khususnya. Sejak novel ini diangkat menjadi film karya Riri Riza dan Mira Lesmana, Belitung menjadi terkenal. Pantainya yang indah menjadi destinasi wisata baru yang diburu oleh para wisatawan lokal dan mancanegara.

Menurut Andrea Hirata, kesuksesan novel Laskar Pelangi bukan hanya karena ia pandai menulis tetapi karena adanya keberkahan. Buku tersebut, awalnya adalah sebagai hadiah Andrea bagi Bu Muslimah sebagai guru yang telah mendidik dan menyemangatinya. Namun, ternyata buku itu membawa nasib baik bagi banyak orang.

andrea-hirata

Bicara tentang Laskar Pelangi, tidak akan ada habisnya. Aku takjub akan kemahiran dan diksi yang ditulis oleh Andrea dalam setiap novelnya. Novel Laskar Pelangi telah dialih-bahasakan ke lebih dari 23 bahasa asing. Wow, hebat!

Aku adalah fansnya Andrea. Sejak novel Laskar Pelangi diterbitkan, aku sudah membacanya. Keren! Itu adalah kata yang terlintas setelah aku membacanya. Banyak sekali pesan moral di dalamnya. Lalu muncullah novel Sang Pemimpi, sebagai novel lanjutannya. Aku juga sudah membaca novel itu. Bercerita tentang Ikal dan Arai di usia remaja. Selain buku, filmnya pun sudah aku tonton berulang kali.

Novel Edensor dan Maryamah Karpov tidak luput dari genggamanku. Keduanya sudah aku baca. Luar biasa! Entah sudah berapa kali aku merasakan adanya energi dari buku tersebut. Ingin rasanya suatu saat nanti bisa pergi ke Edensor dan mungkin aku juga bisa melihat sosok Maryamah di zaman sekarang.

Selain novel-novel yang aku sebutkan di atas, Andrea Hirata juga menulis novel Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas, Sebelas Patriot, Laskar Pelangi Song Book dan Ayah.

Ada dua pesan Andrea Hirata yang aku ingat tentang menulis. Pertama, menulis itu 90% adalah riset atau penelitian tentang sesuatu dan 10% adalah menulis isi bukunya. Jangan dibalik. 10% riset dan 90% menulis. Seorang penulis sebaiknya melakukan lebih banyak riset daripada mengedepankan isi tulisannya terlebih dahulu. Jika penulis sudah mengetahui sesuatu dan memahaminya maka ia tidak akan kesulitan saat akan menuangkan semua yang ia ketahui ke dalam sebuah buku.

Kedua, agar novel yang kamu buat bisa di-film-kan maka kamu harus menulis cerita dengan metode filmis. Artinya saat pembaca membaca novelmu, ia seakan-akan bisa menggambarkan dan melihat suasana dalam sebuah adegan di dalam tulisanmu. Misal, daripada menuliskan adegan Romi pergi mengendarai mobil ke kampusnya, alangkah lebih baik jika penulis itu menggambarkan secara detil mobil apa yang Romi kendarai, warnanya apa, mereknya apa, bagaimana isi di dalam mobilnya, bagaimana bau yang ia rasakan, apa saja yang sudah ia lihat di kiri dan kanan di sepanjang perjalanannya menuju kampus dan lain sebagainya.

RADITYA DIKA

Dika Angkasaputra Moerwani atau lebih dikenal dengan Raditya Dika (lahir di Jakarta, 28 Desember 1984). Buku pertamanya berjudul Kambing Jantan masuk kategori best seller. Buku tersebut menampilkan kehidupan Dika (Raditya Dika) saat kuliah di Australia. Tulisan pria yang akrab disebut Raditya Dika itu bisa digolongkan sebagai genre baru. Kala ia merilis buku pertamanya tersebut, memang belum banyak yang masuk ke dunia tulisan komedi. Apalagi bergaya diari pribadi (personal essay).

Aku tahu Raditya Dika saat ia menjadi juri di acara Stand Up Comedy Indonesia yang disiarkan di Kompas TV. Sebelumnya aku tidak begitu memperhatikan dia. Ternyata setelah aku mengikuti dan melihat hasil karyanya, ia adalah seorang yang berbakat. Raditya Dika adalah Comica (seorang Stand Up Comedian), penuls buku, sutradara, aktor dan bintang iklan.

Novel-novel yang ia tulis telah banyak diangkat ke dalam film. Selain aku suka menulis, aku juga seorang Movie Freak alias penggila film. Aku suka dengan film-film yang Raditnya buat. Mulai dari film Kambing Jantan, Cinta Dalam Kardus, Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, Marmut Merah Jambu, Single, Koala Kumal dan film Hangout yang telah rilis beberapa bulan yang lainnya. Kabarnya, Raditnya Dika akan membuat film baru berjudul The Guys yang akan rilis dalam waktu dekat ini. (Bahkan aku pernah menulis review tentang film Single di sini.)

raditya-dika

Aku juga follow semua akun sosial media Radtya Dika. Akun yang paling aku suka adalah Vlognya. Di dalam Vlog itu ia biasa mengunggah kesehariannya, informasi tentang film, kuis-kuis berhadiah, tips menjadi stand up comedian, puisi, sitkom Malam Minggu Miko dan lain-lain.

Sebagai seorang penulis, ia sukses menulis banyak buku yang banyak dibaca oleh orang-orang. Sebagai seorang sutradara dan aktor ia pun lihai dan handal membuat orang tertawa saat melihat filmya. Jadi tidak salah, jika Raditya adalah sosok yang inspiratif.

Yosh! Aku pun harus bisa menjadi seorang penulis hebat dan terkenal seperti Raditya Dika. Aku harap, aku bisa. Pesan yang aku ingat darinya yaitu seorang penulis harus menulis dari hati. Sesuatu yang dibuat oleh hati akan sampai ke hati orang lain.

Kedua, untuk belajar menulis, tulislah sesuatu yang berada di lingkungan sekitarmu. Tulislah hal yang kamu kuasai. Jika sudah mahir dalam hal itu, cobalah tantangan baru untuk menulis sesuatu yang belum pernah kamu buat sebelumnya.

VALIANT BUDI

Valiant Budi Yogi atau Vabyo (lahir di Bandung, 13 Juni 1980) adalah penulis novel Indonesia. Valiant Budi pernah bekerja sebagai Creative Director, Penyiar Radio, Editor, dan Barista di Saudi Arabia. Pengalamannya sebagai TKI, ia tulis dalam Kedai 1001 Mimpi. Cerita Vabyo tentang keadaan nyata di negeri Arab saat ia bekerja sebagai TKI telah sukses membuatku terhibur. Ada suka, ada duka dalam ceritanya. Ada juga hal-hal yang tidak kita ketahui tentang kondisi di Arab sana. Vabyo cukup apik dan pandai dalam meramu tulisannya menjadi sesuatu yang enak untuk dibaca.

valiant-budi

Novelnya yang berudul Joker pun telah aku baca. Dari novel ini aku belajar tentang Joker. Bahwa tidak semua hal yang nampak adalah wujud aslinya. Novel ini pun menjadi inspirasiku untuk menulis sebuah postingan di blog Ishfah Seven. (Kamu bisa membacanya di sini)

Berikut adalah hasil karya dari Vabyo :

  1. Joker, Ada Lelucon di Setiap Duka (2007)
  2. Bintang Bunting (2008)
  3. Kepada Cinta, True Love Keeps No Secret (kompilasi surat cinta) (2009)
  4. Parfum Impian di buku The Journeys; Kisah Perjalanan Para Pencerita (2011)
  5. Kedai 1001 Mimpi; Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI (2011)
  6. Gadis Kembang di buku Perkara Mengirim Senja (kompilasi cerita pendek: Sebuah Persembahan untuk Seno Gumira Ajidarma) (2012)
  7. Ramalan di Desa Emas di buku Kala Kali (2012)
  8. Kamis: Puk Puk di buku Menuju(h) (2012)
  9. Sahabat Gelap di buku Memoritmo (2012)
  10. Valiant ke Vatikan di buku The Journeys 3 (2013)
  11. Kedai 1002 Mimpi (2014)
  12. Nenek Misterius di Edinburgh di buku The Naked Traveler Anthology (2015)

HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY

H. Habiburrahman El Shirazy, Lc. Pg.D., lahir di Semarang, Jawa Tengah, 30 September 1976, adalah novelis Indonesia. Selain novelis, sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini juga dikenal sebagai sutradara, dai, penyair, sastrawan, pimpinan pesantren, dan penceramah. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, Taiwan, Australia, dan Komunitas Muslim di Amerika Serikat. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca.

Penulis sekaligus da’i ini biasa dipanggil dengan sebutan Kang Abik. Beliau adalah penulis senior yang sangat mencinta sastra. Terbukti dari novel-novel yang ia tulis. Dari semua novel yang aku baca, Kang Abik selalu menyisipkan pesan agama sehingga membuat para pembaca belajar mengenai sebuah ilmu. Kepiawaiannya menggambarkan suatu tempat patut diacungi jempol. Misalnya ketika menceritakan kota Mesir. Beliau sangat detil menceritakan bagaimana keadaan di sana.

kang-abik

Beberapa novelnya telah aku baca seperti Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Dalam Mihrab Cinta, dan Bumi Cinta. Bisa kita lihat dari judulnya saja, kita bisa membayangkan cerita tentang sebuah cinta namun tetap berisi muatan ajaran agama Islam yang kental.

Novel-novelnya pun telah banyak diangkat ke layar lebar. Beliau memiliki nilai plus dalam bidang agama. Profesinya yang juga sebagai da’i bisa sejalan dengan novel-novel yang ia buat karena tulisannya pun berisi dakwah tentang Islam.

Di antara karya-karyanya yang telah beredar di pasaran adalah Ayat-Ayat Cinta (telah dibuat versi filmnya, 2004), Di Atas Sajadah Cinta (telah disinetronkan Trans TV, 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007) Dalam Mihrab Cinta (2007), Bumi Cinta, (2010) dan The Romance. Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, Bulan Madu di Yerussalem, Bumi Cinta, Api Tauhid, dan Ayat-Ayat Cinta 2 yang sedang dimuat bersambung di Harian Republika.

DEWI LESTARI

Dewi Lestari Simangunsong yang akrab dipanggil Dee (lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976) adalah seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia. Dee pertama kali dikenal masyarakat sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia kemudian dikenal luas sebagai novelis.

dewi-lestari

Selain menyanyi, Dee juga seorang penulis. Aku sudah membaca novelnya yang berjudul Supernova 1: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh. Satu kata untuk novel ini adalah WOW! Memang ya kalau seorang penulis handal itu mampu membuat pembaca terhibur dan tercengang. Saat aku membaca buku ini, aku seperti masuk ke dalam cerita itu.

Novel ini dirilis 16 Februari 2001. Novel yang laku 12.000 eksemplar dalam tempo 35 hari dan terjual sampai kurang lebih 75.000 eksemplar ini banyak menggunakan istilah sains dan cerita cinta. Bulan Maret 2002, Dee meluncurkan “Supernova Satu” edisi Inggris untuk menembus pasar internasional dengan menggaet Harry Aveling, ahlinya dalam urusan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke bahasa Inggris.

Berikut adalah hasil karya dari Dee :

  1. Novel Supernova 1: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, 2001
  2. Novel Supernova 2: Akar, 2002
  3. Kumpulan Prosa dan Puisi “Filosofi Kopi” 2003
  4. Novel Supernova 3: Petir, 2004
  5. Kumpulan Cerita Rectoverso, 2008
  6. Novel Perahu Kertas, 2009
  7. Kumpulan Cerita Madre, 2011
  8. Novel Supernova 4: Partikel, 2012
  9. Novel Supernova 5: Gelombang, 2014 [2]
  10. Novel Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi, 2016

ASMA NADIA

Asma Nadia (lahir di Jakarta, 26 Maret 1972) adalah seorang penulis novel dan cerpen Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri Forum Lingkar Pena dan manajer Asma Nadia Publishing House. Setelah lulus dari SMA 1 Budi Utomo, Jakarta, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor. Ia tidak menyelesaikan kuliah yang dijalaninya, karena ia harus beristirahat karena penyakit yang dideritanya. Ia mempunyai obsesi untuk terus menulis. Ketika kesehatannya menurun, ia tetap bersemangat menulis. Di samping itu, dorongan dan semangat yang diberikan keluarga dan orang yang menyayanginya memotivasi untuk terus menulis.

asma-nadia

Sama seperti Kang Abik, Asma Nadia selalu menyisipkan pesan agama Islam di dalam novel dan filmnya. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil darinya. Karena karya-karyanya, ia pernah mendapat berbagai penghargaan. Selain menulis, Asma sering diminta untuk memberi materi dalam berbagai lokakarya yang berkaitan dengan penulisan dan feminisme, baik di dalam dan di luar negeri. Pada tahun 2009 dalam perjalanannya keliling Eropa setelah mendapatkan undangan writers in residence dari Le Chateau de Lavigny (Agustus – September 2009), ia sempat diundang untuk memberikan seminar dan wawancara kepenulisan di PTRI Jenewa, Masjid Al Falah Berlin (bekerja sama dengan FLP dan KBRI di sana), KBRI Roma, Manchester (dalam acara KIBAR Gathering), dan Newcastle.

Berikut adalah hasil karya dari Asma Nadia :

  1. Assalamualaikum, Beijing!
  2. Surga Yang Tak Dirindukan
  3. Salon Kepribadian
  4. Derai Sunyi, novel yang mendapat penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera)
  5. Preh (A Waiting), naskah drama dua bahasa yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta
  6. Cinta Tak Pernah Menari, kumpulan cerpen yang meraih Pena Award
  7. Rembulan di Mata Ibu (2001), novel yang memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI sebagai buku remaja terbaik nasional
  8. Dialog Dua Layar, novel yang memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI, 2002
  9. 101 Dating: Jo dan Kas, novel yang meraih penghargaan Adikarya IKAPI, 2005
  10. Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!, nonfiksi, best seller.
  11. Emak Ingin Naik Haji: Cinta Hingga Tanah Suci yang diadaptasi menjadi film Emak Ingin Naik Haji dan sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekah
  12. Jilbab Traveler
  13. Muhasabah Cinta Seorang Istri
  14. Catatan Hati Bunda
  15. Jendela Rara telah diadaptasi menjadi film yang berjudul Rumah Tanpa Jendela
  16. Catatan Hati Seorang Istri, karya nonfiksi yang diadaptasi menjadi sinetron Catatan Hati Seorang Istri yang ditayangkan RCTI

SUMBER : Wikipedia

Advertisements