PI014 – Yummy and Tasty

“Deskripsikan suatu tempat dengan minimal 200 kata.”

###

Pukul 2 siang, aku sudah berada di Restoran Yummy and Tasty di pinggiran jalan Diamond City. Aku sedang menunggu sepupuku untuk datang menjemput. Menurutnya, makanan disini enak dan lezat. Well, aku harus mencari tahu sendiri kebenarannya. Sambil menunggu pesananku datang, aku iseng jepret sana-sini memotret isi ruangan di restoran. Restoran ini dikelilingi oleh kaca yang lebar dan besar di bagian depan. Orang-orang yang melihat dari luar seolah-olah sedang menyaksikan aquarium raksasa berisi manusia. Dindingnya diukir dan dihias seperti pohon-pohon di hutan rimba. Warna coklat dan hijau menjadi padu-padan yang unik dan mendominasi ruangan. Meja makan terbuat dari kayu jati yang kokoh dan bersih. Oh ya, aku sampai tidak sadar jika lantainya hanya menggunakan blok-blok batu sebagai pijakan dan pembatas antara meja yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan, di bawah meja ini tumbuh rumput-rumput hijau yang bisa dijadikan sebagai alas kaki untuk bersantai. Bahkan seorang ibu muda di sebelahku, melepas sepatunya dan membiarkan kedua kakinya menyentuh rerumputan. Jarak antara lantai dan langit-langit pun cukup jauh sekitar 6 meter. Di sekeliling atap tersedia banyak ventilasi sebagai sistem sirkulasi udara. Di sudut paling kanan, terpasang sebuah exhaust fan besar guna menyedot udara panas dari dalam restoran. Lampu yang menempel di atap pun hanya menyala jika ruangan gelap. Untuk penerangan di siang hari, restoran ini memanfaatkan cahaya matahari sebagai lampu penerang alami. Alhasil, Restoran Yummy and Tasty terasa sejuk dan pastinya hemat listrik. Wow, sebuah ide bisnis yang brilian. Saat perutku mulai keroncongan, pelayan datang membawa pesanan. Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Perut lapar, makanan pun tiba.

Advertisements