PI013 – Berdebat

“Tulis sebuah perdebatan dengan orang lain.”

Aku akan menulis debat antara kedua tokoh cerita dari Hawk Knights (cerita yang aku tulis di Storial). Siapa tahu nantinya akan berguna sebagai inspirasi tulisan.

Tokoh pertama adalah Al sebagai White Hawk dan Evan sebagai Blue Hawk. Mereka berdua berdebat tentang bagaimana cara mereka menghadapi masalah zombie di berbagai kota yang telah hancur dan penduduknya berubah menjadi zombie.

###

Aku bertemu dengannya di Istana Bob. Dia mengejar salah satu badut gila yang mempunyai kekuatan tulang dari kota sebelah Nicnic City hingga sampai di sini. Namun sayang, baik dia atau pun aku tak bisa mengejar Crazy Clowns saat mereka meloloskan diri sebab ada banyak zombie yang menahan kami.

Dalam keadaan genting ini, aku merasa penasaran dengan kedatangan lelaki misterius ini. Setelah aku tanya namanya, dia pun menjawab. Pria itu bernama adalah Evan. Dia juga seorang pengguna sabuk mistis karena aku melihatnya bisa mengeluarkan api biru dari tubuhnya.

Evan bercerita tentang ayah angkatnya yang tewas dibunuh oleh Si Badut Tulang. Aku dapat merasakan kemarahan dari dirinya. Dia begitu bernafsu untuk membunuh Si Badut Tulang. Jika saja bukan karena para zombie yang menahan kami berdua, pasti dia sudah mengejarnya.

zombie

Evan hendak memanggang habis semua zombie yang ada di Istana Bob tetapi aku mencegahnya. Aku malah membekukan mereka. Aku masih ingat perdebatan antara aku dan Evan saat itu.

E (EVAN) : Kenapa kau malah mencegahku?

A (AL) : Aku ingin melihat kenapa ini bisa terjadi. Tim Dokter dari pemerintah akan segara ke sini. Aku berharap mereka bisa diselamatkan.

E : Diselamatkan? Apa kamu tidak lihat? Mereka itu monster. Mereka sudah banyak melakukan teror dan kerusakan di kota ini.

A : Aku tahu itu. Tapi mereka itu adalah korban dari Crazy Clowns. Semua yang mereka lakukan adalah di luar keinginan mereka.

E : Kau gila! Jadi menurutmu mereka semua harus diselamatkan? Apanya yang pantas diselamatkan? Lihat saja wajah dan tubuh mereka yang sudah hancur dan berantakan.

A : Ini memang situasi yang sulit. Tapi kumohon tunggulah hingga Tim Dokter sampai ke sini. Aku tahu ada dokter hebat yang bisa memeriksa mereka.

E : Kapan kawanmu itu akan sampai?

A : Aku belum tahu.

E : Apa? Kau saja tidak tahu.

A : Aku harap mereka segara sampai dan tidak ada yang menghalanginya di jalan. Aku mohon, tenanglah.

E : Aku tidak bisa. Aku harus mengejar Crazy Clowns. Ngomong-ngomong, berapa lama es-mu ini bisa bertahan?

A : Jika tidak terpapar sinar matahari langsung, es ini bisa bertahan selama 10 Jam.

E : Ketika aku terbang ke sini, aku melihat banyak bongkahan es besar di sepanjang kota dan aku melihat ada para zombie di dalamnya. Apa itu perbuatanmu juga?

A : Ya.

E : Dan mereka semua masih hidup?

A : Tentu.

E : Kurang ajar! Kau memang gila! Bagaimna jika es itu mencair dan mereka semua bangkit lagi? Apa yang sebenarnya yang ada dalam pikiranmu?

A : Aku kenal sebuah keluarga di kota ini. Mereka telah merawat lukaku dan aku tidak ingin mereka terluka dan ada kemungkinan jika mereka juga bisa menjadi zombie sewaktu-waktu akibat diserang. Aku tidak menginginkan hal itu terjadi. Aku tidak ingin melihat jika Rega membunuh Tuan Marlo atau sebaliknya, atau bahkan ibunya.

E : Mengapa tidak kau bunuh saja para zombie itu?

A : Jika masih ada cara untuk menyelamatkan mereka, maka aku tidak ingin membunuh siapa-siapa.

E : You are a gambler, aren’t you? Apa kemungkinan terburuknya? Sebagai seorang ksatria, kamu harus bisa membuat keputusan yang terbaik bahkan dari cara yang jahat sekalipun.

A : Ya. Kemungkinan terburuknya adalah semua orang di Nicnic City akan berubah menjadi zombie dan Tim Dokter dari pemerintah tidak mengetahui cara untuk mengembalikan mereka ke tubuh asalnya.

E : Jika seperti itu, lalu bagaimana?

A : Hmm.. aku akan membenci diriku jika harus melukai orang lain. Aku sudah banyak kehilangan orang saat aku kecil hingga saat ini. Jika memang tidak ada cara lain, maka aku akan hancurkan mereka dengan tanganku sendiri.

E : Kalau urusan menghancurkan, serahkan saja kepadaku.

A : Kita berdua harus bekerja sama, Evan. Kita harus mencari solusi dari masalah ini.

E : Ok! Kau bisa mengandalkanku!

Advertisements