PI012 – Kenangan Masa Kecil

“Cobalah untuk mengingat kenangan masa kecilmu. Tulis semua yang dapat kamu ingat. Tulis ingatan-ingatan itu sebagai suatu adegan. Kamu dapat melakukan itu dengan perspektif kamu yang sekarang atau perspektif kamu saat masih kecil dulu.”

Aku rasa untuk project ini agak sulit karena aku harus mengingat-ingat kejadian pada saat aku kecil dulu. Aku sudah banyak lupa akan kenangan saat itu.

###

Masa kecil aku ketika bersekolah, aku habiskan dengan belajar dan bermain. Dunia anak-anak yaitu bermain. Banyak sekali permainan yang aku mainkan. Aku biasa bermain dengan teman-teman setelah pulang sekolah di SD, pulang dari Sekolah Agama (sekitar jam 1 – 2) dan setelah ngaji di sore hari. Pokoknya, setiap ada waktu luang aku habiskan untuk bermain.

Permianan yang pernah aku mainkan sewaktu kecil adalah berenang di empang atau sungai, main boy-boyan (melempar bola kasti ke tumpukan pecahan genting), bermain layangan, tembak-tembakan pakai bambu (diisi dengan peluru dari kertas yang dibentuk bulat seperti kacang polong), maen uler-uleran (keliling sama teman-teman sambil nyanyi membentuk ular, jika lagu selesai maka orang yang lewat akan ditangkap), maen pecle (loncat-loncat di tanah yang telah dibuat garis kotak-kotak), maen mobil-mobilan, lego, sepak bola, maen kelereng, maen ketapel, perang lodong (meriam bambu besar), maen sepeda dan yang paling asyik adalah maen kejar-kejaran saat turun hujan.

Kemudian setelah peradaban maju, aku mulai bermain gamebot (bahkan waktu kecil aku nyebutnya jimbot) dan maen game Nintendo, dengan game Super Mario Bros sebagai favoritnya. Teman karibku, Lolon biasanya yang sering aku ajak bermain.

Sekarang semua itu sudah berlalu. Masa-masa itu telah usai. Aku sudah dewasa. Bentuk permainan yang aku mainkan pun berbeda. Terkadang aku berpikir, ingin rasanya kembali ke masa kecil, masa dimana semua hal dilalui dengan tertawa, tanpa beban pikiran atau tanggung-jawab. Mungkin itulah yang dirasakan oleh tokoh kartun Peterpan kali ya. 🙂

Menjadi orang dewasa memang tidak mudah karena tidak ada kata mudah dalam kamus hidup orang dewasa. Sejujurnya banyak sekali ketakutan yang aku miliki dalam menghadapi kehidupan di masa sekarang. Namun, mau tidak mau aku harus berani untuk menjalani dan melaluinya setiap hari. Masa kecil memang telah tiada, tapi semangat untuk selalu bahagia akan selalu aku pelihara.

Masa depan memang belum pasti, Apakah aku akan menjadi seorang pengusaha, penulis atau yang lainnya? Aku tidak tahu itu. Yang penting adalah aku harus terus belajar dan berusaha untuk mencari yang terbaik untuk masa depan.

Just wish me luck, ok!

Advertisements