PI008 – Buku Harian

“Tulis buku harian seorang karakter khayalan.”

Yup, itu adalah project selanjutnya. Aku berpikir karakter khayalan apa yang akan aku buatkan buku hariannya. Setelah merenung dan mencari inspirasi akhirnya aku mendapatkan ide untuk karakternya adalah seorang sutradara. Karakter khayalan ini aku beri nama Max William Razaq.

Sutradara atau pembuat film adalah orang yang bertugas mengarahkan sebuah film sesuai dengan manuskrip, pembuat film juga digunakan untuk merujuk pada produser film. Manuskrip skenario digunakan untuk mengontrol aspek-aspek seni dan drama. Pada masa yang sama, sutradara mengawal petugas atau pekerja teknik dan pemeran untuk memenuhi wawasan pengarahannya. Seorang sutradara juga berperan dalam membimbing kru teknisi dan para pemeran film dalam merealisasikan kreativitas yang dimilikinya. Sutradara bertanggung jawab atas aspek-aspek kreatif pembuatan film, baik interpretatif maupun teknis. Ia menduduki posisi tertinggi dari segi artistik dan memimpin pembuatan film tentang “bagaimana yang harus tampak” oleh penonton. Selain mengatur laku di depan kamera dan mengarahkan akting serta dialog, sutradara juga mengontrol posisi beserta gerak kamera, suara, pencahayaan, dan hal-hal lain yang menyumbang kepada hasil akhir sebuah film. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya seorang sutradara bekerja bersama para kru film dan pemeran film. Di antaranya penata fotografi, penata kostum, penata kamera dan lain sebagainya. Selain itu sutradara juga turut terlibat dalam proses pembuatan film mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi.

Sejak kecil aku bercita-cita ingin menjadi seorang sutradara. Namun, setelah dewasa ternyata hal itu tidak terjadi karena aku kuliah di jurusan lain dan sekarang pun bekerja tidak di bidang perfilman. Aku berharap dengan menulis buku harian seorang sutradara, setidaknya aku bisa membuat diriku seolah-olah seperti sutradara yang sesungguhnya. 😀

###

01AUG16

Hari ini akhirnya aku dapet proyek film terbaru. Pak Leonard dari Gomu-Gomu Vision (G-Vision) tertarik untuk bekerja sama denganku untuk membuat sebuah film remaja yang dibalut dengan pesan-pesan agama. Rumah produksi miliknya sudah terkenal seantero Nusantara. Aku beruntung sekali bisa bekerja sama dengan beliau.

Dulunya, Pak Leonard adalah seorang aktor lalu pindah profesi jadi sutradara sama seperti aku hingga akhirnya menjadi pemilik dari rumah produksi film. Banyak sekali film-film terkenal di Indonesia hasil karya dari G-Vision. Diantaranya adalah film Tarik Ulur Putri Ular, Wisata ke Toba, Raitama Sang Investigator, Runtuhnya Tembok Kepercayaan dan Jamuan Liar Seorang Biduan.

Hari ini, aku juga sudah berkenalan dengan para kru film. Atmosfirnya terasa beda. Mungkin ini karena aku baru pertama kali datang ke kantor G-Vision. Judul filmnya adalah Kerudung Merah Neng Nabila.

Yosh! Aku berdoa semoga film ini berhasil.

02AUG16

Aku masih beradaptasi dengan suasana G-Vision.

03AUG16

Hoam.. kok hari ini bawaannya ngantuk terus ya? Mungkin karena semalam begadang nonton film.

04AUG16

Hari ini aku bertemu lagi dengan Pak Leonard. Dia sangat ramah, berwibawa dan humoris. Sebuah perpaduan sifat yang jarang aku temui di perusahaan lainnya. Beliau berpesan agar filmnya ini bisa memberikan tontonan yang menarik sekaligus mendidik generasi muda Indonesia. Wow! Sebuah tantangan yang bagus sekaligus berat.

05AUG16

Sudah tiga hari ini aku mempersiapkan analisa skenario dari film yang akan aku buat. Asyik juga bekerja sama dengan kru film dari G-Vision Production House. Kita lebih fokus pada pembahasan isi ceritanya terlebih dahulu. Diskusi antara aku, asisten sutradara dan lain-lain berlangsung seru. Hal-hal yang dirasa kurang, kita bicarakan dan dicarikan solusinya.

06AUG16

Rama, asisten sutradara membawa bekal makanan hari ini. Dia membawa nasi gado-gado buatan istrinya. Porsinya cukup banyak. Jadi semua kru bisa kebagian makan. Sesekali Rama menggodaku agar aku bisa segera menikah biar ada yang masakin makanan. Yeee.. kalau disuruh nikah sih mau. Cuma jodohnya belum dapet aja.

07AUG16

Hari ini aku libur. Jadi aku bisa maen ke luar rumah. Hmm.. akhirnya aku pergi nonton ke Bioskop bareng Renny, salah satu kru film. Eh, ada si Romi juga. Adik sepupu aku. Dia ngajak pacarnya, Ratna. Well, hari ini berlalu dengan ceria.

08AUG16

Hari ini aku kembali bekerja. Fokus utama hari ini adalah mendiskusikan hasil analisa dari cerita film kepada Mbak Karin, Kepala Departemen dan Pak James, Produser Film. Kita merumuskan konsep-konsep yang akan digunakan dalam penyutradaan film. Fiuh… cukup melelahkan juga. Jam 9 malam aku baru balik ke rumah.

09AUG16

Hari ini aku menambahkan beberapa orang untuk aku tempatkan di bagian produksi film. Kru yang sebelumnya masih terbilang sedikit. Cukup repot sih nyari orang yang kompeten. Tapi setelah dibantu Mbak Karin, akhirnya kelar juga urusanku. Ketika jam makan siang, aku lihat Pak James masih sibuk menyeleksi kru baru untuk bagian penata fotografi, penata kostum dan penata kamera.

10AUG16

Pagi hari tadi, Ibu menelponku menanyakan kabar dan kapan aku bisa pulang kampung. Kalau dipikir-pikir, sudah hampir 3 bulan aku gak balik ke kampung. Sebelum proyek film ini keluar, aku baru saja menyelesaikan tur teater bareng tim dari Rumah Produksi Romario House. Tadinya mau langsung pulang ke kampung nemuin ibu tapi ternyata tawaran proyek yang baru datang lebih cepat dari yang aku duga.

Kalau bicara tentang kampung halaman, aku jadi kangen Ibu dan suasana di sana. Adem, sejuk dan tenang. Tidak seperti di Jakarta ini yang panas dan macet. Akhirnya aku berjanji kepada Ibu untuk pulang ke Tasikmalaya di hari agustusan nanti.

Halaman Berikutnya >>

Advertisements