PI007 – Maling

Project berikutnya yaitu :

“Pilih koran atau tabloid supermarket. Pilih artikel yang menurut kamu menarik dan gunakan artikel itu sebagai dasar untuk menulis sebuah cerita.”

###

Pagi hari itu setelah sholat subuh, warga mulai bersiap-sap untuk beraktifitas. Ada yang akan pergi sekolah, kuliah atau kerja. Kondisi yang sama juga terlihat di Perumahan Puri Indah di Jalan Kembangan Permai I Blok 5, Jakarta Barat. Para warga berlalu-lalang di jalanan. Ada yang sedang sarapan, beli sayuran, jajan di warung dan lain sebagainya. Namun, suasana tentram tersebut berubah menjadi rusuh. Warga digemparkan dengan berita adanya maling yang sedang dicari-cari warga.

Pak RT terlihat lari ke arah kerumunan. Disana sudah berkumpul banyak warga yang sedang menunjuk-nunjuk sebuah gorong-gorong kecil di dekat salah satu rumah warga. Sepertinya ada seseorang yang bersembunyi di bawah sana. Selidik punya selidik, ternyata dia adalah salah satu maling yang melarikan diri. Si maling ini nekad sembunyi di gorong-gorong karena dia tidak menemukan jalan keluar dari perumahan itu. Sementara keempat maling lainnya sudah melarikan diri.

Melihat hal tersebut, Pak RT segera menghubungi polisi setempat. Tidak berapa lama, datanglah para polisi ke perumahan tersebut. Si maling yang belakang diketahui namanya Wahyu (30 tahun) bersembunyi di gorong-gorong yang sempit dengan tinggi 60 cm dan lebar 40 cm.

CAM00443-1

Polisi sudah melakukan banyak cara agar dapat mengeluarkan Wahyu. Pertama, polisi berupaya membujuknya untuk keluar dari gorong-gorong. Pasalnya sudah lebih dari lima jam, Wahyu tetap saja keukeuh bersembunyi di gorong-gorong. Usaha polisi untuk mengeluarkan Wahyu dari dalam gorong-gorong berlangsung dramatis. Kejadian itu menjadi tontonan warga setempat.

Berbagai usaha dilakukan polisi untuk mengeluarkan Wahyu. Mulai dari menggunakan tali tambang dan meletuskan tembakan peringatan tetapi Wahyu tetap saja tak gentar. Akhirnya, polisi meminta bantuan pemadam kebakaran. Personel pemadam kebakaran terpaksa membobol beton yang menutupi saluran air, tempat Wahyu bersembunyi kemudian disemprot dengan air berdaya tinggi yang disasar ke tubuh tersangka. Hal ini dilakukan agar pelaku terdorong dan bisa keluar dari dalam got. Hasilnya pun berbuah manis. Perlahan-lahan Wahyu tergeser dan akhirnya bisa diringkus polisi. Setelah basah kuyup dihujani semprotan air dari pemadam kebakaran, Wahyu terlihat gemetar. Ia memasang ekspresi ketakutan dan tak banyak bicara saat ditanyai awak media.

Menurut Kapolsektro Kembangan, Komisaris Imam Santoso menjelaskan pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kasus ini. Si pelaku akan diinterogasi terlebih dahulu dan untuk teman-temanya yang berhasil melarikan diri akan segera diburu oleh polisi.

Wahyu mengatakan alasan mengapa ia nekad bersembunyi di gorong-gorong karena ia takut digebukin warga hingga mati. Seperti yang ia ketahui bahwa kebanyakan maling yang kepergok hendak mencuri dan tertangkap warga maka nasibnya dikeroyok warga sebelum polisi datang

(Sumber : Koran Warta Kota Edisi Jumat 8 Aprl 2016 dengan judul Maling Sembunyi di Gorong-gorong 5 Jam)

Advertisements