PI005 – Kamar Tercinta

Project Ishfah selanjutnya adalah mendeskripsikan kamar dalam 300 kata. Karena aku masih ngekos maka aku akan menjelaskan tentang kamar kos yang aku tempati selama ini.

####

Kamar kos ini adalah kamar keempat yang aku tempati sejak aku bekerja di Jakarta. Kamarnya tidak terlalu besar dengan ukuran 1,5×2,5 meter. Fasilitas yang disediakan di sini yaitu ada kamar mandi di dalam, lemari kayu besar, meja dan kursi lipat, kasur springbed dan baju dari setiap penghuni kamar dicucikan oleh pembantu. Jadi, sehari maksimal 4 potong pakaian di-laundry-in. Lumayan lah yah, jadi aku gak capek nyuci setiap harinya. 🙂

Jarak dari kosan ke kantor sebenarnya dekat, jika kamu punya kendaraan. Sayangnya, saat ini aku belum memilikinya. Jadi, setiap pagi aku berjalan kaki untuk menuju kantor. Waktu yang biasa aku tempuh sekitar setengah jam. Keringat dan kaki yang pegal sudah biasa aku alami setiap datang ke kantor. Ya, itung-itung olahraga pagi. Tapi, kok badanku masih tetap melar alias guede.. hehehe 😀 Bawaan lahir kali ya.

Kosan

Kamar kosan aku terletak di lantai 3 di kamar nomor 1. Bangunan kosan ini memiliki 4 buah lantai dengan total 50 kamar. Kosan ini khusus cowok. Pemilik kosan ini juga memiliki bangunan kosan lainnya untuk cewek. Letaknya tidak jauh dari sini. Bahkan, kata si Bibi penjaga kosan, Pemilik Kosan ini memiliki belasan bangunan kosan dan kontrakan rumah yang berada di Jakarta. Wow! Berapa total pendapatan Pemilik Kosan? Bayangkan saja. kamar kosanku ini harga sewa per bulannya adalah 900 ribu. Di sini harga kamar ada yang lebih besar atau kecil di bandingkan dengan harga kamarku ini. Misalkan saja kita pukul rata, masing-masing kamar berharga sama yaitu 900 ribu dikali 50 kamar adalah 45 juta dan Pemilik Kosan memiliki 10 bangunan kosan maka total penghasilan per bulan adalah 450 juta. Lalu untuk biaya operasional per bulan misalkan sebesar 30 juta untuk biaya listrik, air, sampah, gaji pembantu, laundry dan lain-lain maka laba bersih yang ia dapatkan adalah 420 juta. Jika kita kalikan 12 bulan maka hasilnya adalah sekitar 5 miliar. WOWWOWOW!

Hmm… aku jadi kepikiran nih. Suatu saat, jika aku sudah mapan dan punya banyak uang, aku ingin punya rumah kos atau kontrakan rumah. Kalau bisa sampai ke bisnis apartemen bahkan hotel. Bisnis properti seperti ini menjanjikan kesuksesan. Semoga saja aku bisa ya. Amin.

Bicara tentang tempat tinggal, aku harap kamar kosanku ini adalah kamar terakhir yang aku tinggali sendirian. Aku berharap, tempat tinggalku selanjutnya adalah sebuah rumah yang aku tempati bersama istri dan anak-anakku nanti. Semoga Allah segera mewujudkan harapan baik tersebut.

Advertisements