PI004 – Surat Wasiat

Project selanjutnya agak menyeramkan. Kenapa? Karena aku harus menulis surat kematianku sendiri. Here is the challenge :

“Tulislah surat wasiat kematianmu sendiri. Tulislah seakan-akan kamu mati hari ini atau lima puluh tahun kemudian.”

Baiklah, mari kita mulai.

###

surat-wasiat

For my dearest family,

Bismillahirrohmanirrohim!

Jika kalian sedang membaca surat ini berarti Papa sudah meninggal dunia. Surat ini Papa persiapkan sebagai pesan terakhir untukmu sekalian, keluargaku.

Di usia yang 77 tahun ini Papa telah mengarungi banyak cobaan, ujian dan kesusahan. Papa lahir dari keluarga sederhana yang setiap hari harus bekerja banting tulang untuk bertahan hidup. Tanpa kakek dan nenek kalian, Papa bukanlah apa-apa.

Banyak hal yang telah Papa raih sejak mulai menikah dengan Mama. Papa punya pekerjaan tetap, gaji yang memadai, rumah yang nyaman, kendaraan yang aman dan kado terbesar dan terhebat dari semua itu adalah kalian, anak-anakku tercinta.

Aku berpesan untukmu semua, nak. Jadilah anak yang sholeh, pintar dan sayang keluarga. Jagalah Mama dan tetap hormatinya. Jangan lupa sholat 5 waktu dan mengaji Al-Quran.

Untukmu, Mama. Maafkan Papa karena pergi duluan menuju Tuhan Semesta Alam, Allah Yang Maha Besar. Tetaplah didik anak-anak kita dengan baik dan sesuai dengan ajaran agama Islam.

Doakanlah Papa setiap hari agar Papa bisa berada di dekat Allah. Papa takut akan alam kubur dan alam akhirat namun Papa juga yakin Allah akan memberikan rahmat dan pertolongan-Nya.

Perihal harta waris sudah Papa atur dengan Kyai Makmun. Beliau telah Papa percayai untuk mengurus semuanya.

Terakhir, Papa berharap kalian semua bisa lebih menghargai masa hidup kalian sebelum datang kematian. Gunakanlah masa hidup kalian sebaik mungkin.

Wassalamu’alaikum!

Laa ilahaa illallah, muhammadar rosulullah.

Advertisements